TEMPO Interaktif, Jakarta - Jemaah haji asal Indonesia mulai tahun ini akan mengenakan kain ikhrom buatan dalam negeri. Selama ini, dua potong kain yang digunakan setiap jemaah sebagai penutup aurat selama menjalankan prosesi ibadah haji itu didatangkan dari China.
"Ini merupakan upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan ekonomi dan nasionalisme," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, ketika ditemui di kantornya, Kamis (10/2).
Kementerian, lanjutnya, akan mendorong industri usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memproduksi kain ikhrom. Desainnya juga akan dilombakan oleh Kementerian. Desain akan dibuat yang mencirikan Indonesia.
"Itu sama seperti kain handuk, cuma lebih panjang dan lebar. Masa sih gak bisa dibuat sendiri," ujar dia, sambil menuturkan pengalamannya sewaktu membeli dua potong kain ikhrom buatan China yang dijual di Madinah seharga 50 real atau sekitar Rp 150 ribu.
Tak hanya kain ikhrom, seragam jemaah haji juga akan menggunakan hasil produksi dalam negeri. Seragam yang digunakan dibuat dari bahan berciri khas Indonesia, yakni batik.
Pengadaannya sama seperti kain ikhrom, yakni Kementerian akan menggelar lomba desain batik, dan diikuti oleh pengusaha UKM. Begitu ada pemenang, hak ciptanya nanti dibeli oleh Kementerian.
Pengusaha-pengusaha UKM boleh menggunakan hak cipta sesuai izin kementerian, termasuk menentukan jumlah batik yang akan diproduksi. "Kemenag tidak jual batiknya, tapi produsen jual langsung ke jemaah. Kami cuma sosialisasikan kepada jemaah," ujar dia.
Jika jumlah jemaah haji tahun ini diperkirakan mencapai 225 ribu orang, dan setiap orang akan memerlukan dua potong kain batik untuk dua seragam, maka diperkirakan bakal dibutuhkan lebih dari 500 ribu potong kain batik.
Kamis, 10 Februari 2011
Dana Setoran Awal Haji Akan Dipindahkan ke Sukuk
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Agama akan memindahkan semua dana setoran awal haji dari bentuk tabungan di bank-bank ke dalam bentuk sukuk di Kementerian Keuangan. Jumlah dana yang ditargetkan dipindah sebesar Rp 20 triliun.
"Target kita sampai Rp 20 triliun yang ditarik, kira-kira tanggal 5 Maret," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, ketika ditemui di kantornya, Kamis (10/2). Sampai saat ini, dana yang sudah dialihkan sebesar Rp 18 triliun.
Kementerian akan mengalihkan dana yang sebelumnya disimpan dalam bentuk tabungan di BRI, Bank Syariah Mandiri, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BPD. Proses penarikannya dilakukan secara bertahap.
Tujuan pengalihan dana setoran haji ke bentuk sukuk, kata Suryadharma, yakni untuk memberikan jaminan lebih aman jika sewaktu-waktu terjadi krisis keuangan yang berimbas kepada bank-bank.
"Kalau kolaps, siapa yang akan tanggung jawab. Kan maksimal (yang dijamin) cuma Rp 2 miliar. Ini kan rawan. Kalau ditaruh di negara, masa ya negara bangkrut," kata dia.
"Ini juga untuk menghindari fitnah di masyarakat. Kalau disimpan di bank, nanti dikira ada bunga di bawah meja," sambungnya lagi.
Suryadharma mengatakan, jika ada jemaah haji yang telah setor dana awal haji lalu meminta bunga, itu salah alamat. Pasalnya, Kementerian Agama tidak punya kompetensi untuk menerima tabungan dari masyarakat. "Kalau ingin bunga, tabunglah dalam bentuk tabungan lainnya," ujarnya.
Jika ada kelebihan pelaksaan haji akibat efisiensi yang dilakukan pemerintah, maka uangnya akan disimpan dalam dana abadi umat.
Sampai hari ini, jumlah dana abadi umat mencapai Rp 1,7 triliun. Bulan depan jumlah itu akan bertambah Rp 28 miliar dari hasil efisiensi penyelenggaraan haji 2010.
"Target kita sampai Rp 20 triliun yang ditarik, kira-kira tanggal 5 Maret," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, ketika ditemui di kantornya, Kamis (10/2). Sampai saat ini, dana yang sudah dialihkan sebesar Rp 18 triliun.
Kementerian akan mengalihkan dana yang sebelumnya disimpan dalam bentuk tabungan di BRI, Bank Syariah Mandiri, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BPD. Proses penarikannya dilakukan secara bertahap.
Tujuan pengalihan dana setoran haji ke bentuk sukuk, kata Suryadharma, yakni untuk memberikan jaminan lebih aman jika sewaktu-waktu terjadi krisis keuangan yang berimbas kepada bank-bank.
"Kalau kolaps, siapa yang akan tanggung jawab. Kan maksimal (yang dijamin) cuma Rp 2 miliar. Ini kan rawan. Kalau ditaruh di negara, masa ya negara bangkrut," kata dia.
"Ini juga untuk menghindari fitnah di masyarakat. Kalau disimpan di bank, nanti dikira ada bunga di bawah meja," sambungnya lagi.
Suryadharma mengatakan, jika ada jemaah haji yang telah setor dana awal haji lalu meminta bunga, itu salah alamat. Pasalnya, Kementerian Agama tidak punya kompetensi untuk menerima tabungan dari masyarakat. "Kalau ingin bunga, tabunglah dalam bentuk tabungan lainnya," ujarnya.
Jika ada kelebihan pelaksaan haji akibat efisiensi yang dilakukan pemerintah, maka uangnya akan disimpan dalam dana abadi umat.
Sampai hari ini, jumlah dana abadi umat mencapai Rp 1,7 triliun. Bulan depan jumlah itu akan bertambah Rp 28 miliar dari hasil efisiensi penyelenggaraan haji 2010.
Rabu, 09 Februari 2011
Kuota Haji Indonesia Bertambah 14 Ribu
Menteri Agama RI melalui staf ahli khususnya, Hj Ermayani mengatakan, kuota haji Indonesia 2011 ditargetkan 238 ribu orang. Target ini diyakini bisa dicapai, kendati belum ditetapkan pembagian kuota untus seluruh provinsi.
"Kita mendapat tambahan kuota 14.000 dari tahun lalu yang hanya 221.000 orang," katanya.
Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan pemondokan jemaah 80 persen di ring I dan 100 persen di markaziah Madinah. "Kita akan berupaya lebih baik. Katering bermasalah tidak perlu dipake lagi," ujarnya di sela dialog antar umat beragam di Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (9/2/2011). (*)
"Kita mendapat tambahan kuota 14.000 dari tahun lalu yang hanya 221.000 orang," katanya.
Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan pemondokan jemaah 80 persen di ring I dan 100 persen di markaziah Madinah. "Kita akan berupaya lebih baik. Katering bermasalah tidak perlu dipake lagi," ujarnya di sela dialog antar umat beragam di Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (9/2/2011). (*)
Sejumlah Bank Syariah Genjot Tabungan Haji
JAKARTA--Sejumlah bank syariah berencana menggenjot tabungan haji di 2011. Head of Hajj Management Departemen, Bank Muamalat Indonesia, Jayadi mengatakan di tahun ini, pihaknya optimis mampu meningkatkan aset hingga Rp 2 triliun dari aset 2010 lalu, Rp 500 niliar rupiah.
''Kami cukup yakin akan mampu melakukan ini. Kami harap kami bisa meningkatkan nasabah dari 50.500 menjadi 100 ribu nasabah,'' katanya saat ditemui Republika, Selasa (8/2).
Produk tabungan haji Bank Muamalat terdiri dari Tabungan Arafah dengan akad wadiyah (titipan) dan Tabungan Arafah plus dengan akad mudharabah (bagi hasil). Di tahun lalu, komposisi kontribusi keduanya berbanding 70 untuk Tabungan Arafah dan 30 untuk Tabungan Arafah Plus.
''Kini, kami harapkan kontribusi bisa berkisar 60 untuk Tabungan Arafah dan 40 untuk Tabungan Arafah Plus. Kedua tabungan ini dilengkapi dengan asuransi, namun bedanya di Arafah plus selain jiwa, kita juga memberi asuransi kecelakaan dan darurat medis,'' jelasnya.
Ke depan, sejumlah strategi akan dilakukan bank syariah pertama di tanah air tersebut. Selain bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Bank Muamalat melakukan sejumlah promosi lainnya ke beberapa perusahaan untuk menambah nasabah, terutama melalui Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (HPHU).
Diakui Jayadi, kontribusi KBIH masih amat besar pada tabungan haji Bank Muamalat; sekitar 80 persen. Sebaran paling banyak berada di Jawa Timur dengan 40 persen nasabah, Jawa Barat 20 persen nasabah, DKI Jakarta 10 persen nasabah.
Pertumbuhan aset Bank Muamalat per 2010 meningkat sebesar 34 persen dari Rp 16,06 triliun di 2009 menjadi Rp 21,44 triliun di 2010. Dengan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 17,44 triliun dan pembiayaan mencapai Rp 15,91 triliun.
Sementara itu, Bank Mega Syariah juga menargetkan tabungan haji tumbuh dua kali lipat, hingga 250 persen, di 2011 ini. Menurut Direktur Bank Mega Syariah, Ani Murdiati, pihaknya menargetkan dana tabungan haji mampu mencapai Rp 520 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp 187 miliar.
''Untuk tahun ini kita targetkan dana tabungan haji per bulannya Rp 15 miliar. Ini berbeda dengan tahun lalu yang hanya Rp 5 miliar per bulannya,'' katanya.
Untuk menggaet nasabah, Mega Syariah memfokuskan pada gimmick (strategi pemasaran) yang disesuaikan dengan nasabah lokal. ''Selain itu, ujroh (bagi hasil) yang ada juga diturunkan, dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,8 juta,'' ujarnya.
Ia mengatakan terdapat 6.800 wilayah yang memiliki potensi besar. Hal ini meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Diutarakannya, pihaknya juga bekerja sama dengan Departemen Agama (Depag) untuk memberi sejumlah layanan tambahan pada nasabah tabungan ini, diantaranya menyelenggarakan manasik haji.
Bank Mega Syariah juga akan menggenjot pertumbuhan tabungan investasih. Ditargetkan, tabungan dengan konsep murabahah ini bisa tumbuh 100 persen, dari angka Rp 331 miliar ke angka Rp 700 miliar.
Selain itu, untuk tabungan rencana, Ani menjelaskan, pihaknya akan menargetkan pertumbuhan hingga 200 persen, dari angka Rp 7 miliar menjadi Rp 20 miliar. ''Tabungan rencana di 2011 ini akan kita package dengan umroh, diharapkan hal ini bisa meningkatkan pertumbuhannya,'' jelasnya lagi.
Dari sektor pembiayaan, Ani mengaku pihaknya masih akan bermain di sektor mikro, joint financing, dan komersial. Mega Syariah juga berencana meluncurkan pembiayaan untuk dana pensiun, dengan menggaet Taspen dan PT Pos Indonesia.
Per Desember 2010, Mega Syariah mencatat aset Rp 4,65 triliun dari tahun sebelumnya Rp 4,3 triliun. Dengan dana pihak ketiga sebesar Rp 4,047 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 3,85 triliun dan pembiayaan Rp 3,7 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 3,2 triliun.
''Kami cukup yakin akan mampu melakukan ini. Kami harap kami bisa meningkatkan nasabah dari 50.500 menjadi 100 ribu nasabah,'' katanya saat ditemui Republika, Selasa (8/2).
Produk tabungan haji Bank Muamalat terdiri dari Tabungan Arafah dengan akad wadiyah (titipan) dan Tabungan Arafah plus dengan akad mudharabah (bagi hasil). Di tahun lalu, komposisi kontribusi keduanya berbanding 70 untuk Tabungan Arafah dan 30 untuk Tabungan Arafah Plus.
''Kini, kami harapkan kontribusi bisa berkisar 60 untuk Tabungan Arafah dan 40 untuk Tabungan Arafah Plus. Kedua tabungan ini dilengkapi dengan asuransi, namun bedanya di Arafah plus selain jiwa, kita juga memberi asuransi kecelakaan dan darurat medis,'' jelasnya.
Ke depan, sejumlah strategi akan dilakukan bank syariah pertama di tanah air tersebut. Selain bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Bank Muamalat melakukan sejumlah promosi lainnya ke beberapa perusahaan untuk menambah nasabah, terutama melalui Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (HPHU).
Diakui Jayadi, kontribusi KBIH masih amat besar pada tabungan haji Bank Muamalat; sekitar 80 persen. Sebaran paling banyak berada di Jawa Timur dengan 40 persen nasabah, Jawa Barat 20 persen nasabah, DKI Jakarta 10 persen nasabah.
Pertumbuhan aset Bank Muamalat per 2010 meningkat sebesar 34 persen dari Rp 16,06 triliun di 2009 menjadi Rp 21,44 triliun di 2010. Dengan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 17,44 triliun dan pembiayaan mencapai Rp 15,91 triliun.
Sementara itu, Bank Mega Syariah juga menargetkan tabungan haji tumbuh dua kali lipat, hingga 250 persen, di 2011 ini. Menurut Direktur Bank Mega Syariah, Ani Murdiati, pihaknya menargetkan dana tabungan haji mampu mencapai Rp 520 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp 187 miliar.
''Untuk tahun ini kita targetkan dana tabungan haji per bulannya Rp 15 miliar. Ini berbeda dengan tahun lalu yang hanya Rp 5 miliar per bulannya,'' katanya.
Untuk menggaet nasabah, Mega Syariah memfokuskan pada gimmick (strategi pemasaran) yang disesuaikan dengan nasabah lokal. ''Selain itu, ujroh (bagi hasil) yang ada juga diturunkan, dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,8 juta,'' ujarnya.
Ia mengatakan terdapat 6.800 wilayah yang memiliki potensi besar. Hal ini meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Diutarakannya, pihaknya juga bekerja sama dengan Departemen Agama (Depag) untuk memberi sejumlah layanan tambahan pada nasabah tabungan ini, diantaranya menyelenggarakan manasik haji.
Bank Mega Syariah juga akan menggenjot pertumbuhan tabungan investasih. Ditargetkan, tabungan dengan konsep murabahah ini bisa tumbuh 100 persen, dari angka Rp 331 miliar ke angka Rp 700 miliar.
Selain itu, untuk tabungan rencana, Ani menjelaskan, pihaknya akan menargetkan pertumbuhan hingga 200 persen, dari angka Rp 7 miliar menjadi Rp 20 miliar. ''Tabungan rencana di 2011 ini akan kita package dengan umroh, diharapkan hal ini bisa meningkatkan pertumbuhannya,'' jelasnya lagi.
Dari sektor pembiayaan, Ani mengaku pihaknya masih akan bermain di sektor mikro, joint financing, dan komersial. Mega Syariah juga berencana meluncurkan pembiayaan untuk dana pensiun, dengan menggaet Taspen dan PT Pos Indonesia.
Per Desember 2010, Mega Syariah mencatat aset Rp 4,65 triliun dari tahun sebelumnya Rp 4,3 triliun. Dengan dana pihak ketiga sebesar Rp 4,047 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 3,85 triliun dan pembiayaan Rp 3,7 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 3,2 triliun.
Setiap Tahun Kab. Bandung Kehilangan Kuota Haji
(PRLM).- Tiap tahun Kab. Bandung kehilangan kuota haji sampai 130 orang akibat penentuan kuota haji yang belum berdasarkan jumlah penduduk Muslim. Di lain pihak lima kota di Jawa Barat mendapatkan tambahan kuota haji akibat membeludaknya jumlah daftar tunggu haji meski jumlah penduduknya relatif sedikit daripada Kab. Bandung.
"Seharusnya kuota haji Kab. Bandung sebanyak 2.554 orang, namun sejak tahun 2009 hanya memperoleh kuota haji 2.424 orang," kata Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kab. Bandung, H. Dede Suherman, di ruang kerjanya, Rabu (8/2).
Untuk menentukan kuota haji baru tahun 2011, kata Dede, kanwil Kemenag Jabar meminta data-data terbaru jumlah penduduk Muslim kabupaten/kota berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010. "Aspek lain yang akan dihitung dalam penentuan jumlah kuota haji kabupaten/kota adalah jumlah pendaftar haji sampai 31 Januari 2011," katanya yang menambahkan jumlah pendaftar haji di Kab. Bandung sampai akhir Januari mencapai 8.552 orang
"Seharusnya kuota haji Kab. Bandung sebanyak 2.554 orang, namun sejak tahun 2009 hanya memperoleh kuota haji 2.424 orang," kata Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kab. Bandung, H. Dede Suherman, di ruang kerjanya, Rabu (8/2).
Untuk menentukan kuota haji baru tahun 2011, kata Dede, kanwil Kemenag Jabar meminta data-data terbaru jumlah penduduk Muslim kabupaten/kota berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010. "Aspek lain yang akan dihitung dalam penentuan jumlah kuota haji kabupaten/kota adalah jumlah pendaftar haji sampai 31 Januari 2011," katanya yang menambahkan jumlah pendaftar haji di Kab. Bandung sampai akhir Januari mencapai 8.552 orang
Bukopin Bidik 5.000 Nasabah Pembiayaan Haji
JAKARTA: PT Bank Bukopin Tbk menargetkan dapat meraih 5.000 nasabah dalam produk Pembiayaan Pendaftaran Haji Bukopin pada tahun ini, dengan total pinjaman Rp125 miliar.
Produk Pembiayaan Pendaftaran Haji Bukopin (PPHB) merupakan produk repackage dari program dana talangan haji, yakni pinjaman bagi nasabah Tabungan Haji yang akan melakukan pendaftaran haji ke Kementerian Agama (Kemenag).
Produk ini diluncurkan oleh Bukopin hari ini bersama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Direktur Konsumer Bank Bukopin Lamira S Parwedi mengatakan pembiayaan ini membantu nasabah untuk mendaftarkan diri menjadi calon jemaah haji (calhaj) meskipun belum memiliki dana minimal sesuai ketentuan Kemenag, yakni Rp25 juta pada tahun ini.
“Setelah mendaftarkan mereka akan mendapat nomor urut menjadi calhaj. Sehingga pembiayaan ini akan memberikan kepastian keberangkatan haji daripada harus menabung terlebih dahulu hingga Rp25 juta,” ujarnya di Jakarta, hari ini.
PPHB menawarkan plafon pinjaman antara Rp10 juta hingga Rp25 juta, dengan tenor satu tahun dan dapat diperpanjang bila belum lunas. Pembiayaan ini tidak menerapkan bunga atau provisi tapi menetapkan biaya administrasi mulai Rp900.000 hingga Rp2,25 juta per tahun.
“Biaya administrasi itu masuk fee based income [pendapatan nonbunga],” kata dia.
PPHB ini bisa dinikmati oleh nasabah Tabungan Haji Bukopin yang memiliki saldo minimal Rp5 juta. Setelah melunasi PPHB, nasabah juga bisa membayar sisa biaya haji lewat Tabungan Haji. Pada tahun lalu, pemerintah menetapkan biaya haji sebesar US$3.912 atau sekitar Rp35,20 juta.
Menurut dia, PPHB memperbarui beberapa sistem dana talangan haji, a.l. kepastian mendapatkan kursi untuk berangkat haji.
Selain itu, keamanan pembiayaan ini juga ditingkatkan karena setiap nasabah yang belum melunasi PPHB tidak bisa membayar sisa biaya haji. “Dengan PPHB setiap nasabah yang wanprestasi dipastikan tidak bisa berangkat [naik haji],” kata dia.
Lamira mengatakan perseroan menargetkan pembiayaan ini bisa dinikmati oleh 5.000 nasabah pada tahun ini dengan nilai pembiayaan maksimal sekitar Rp125 miliar. “Oleh karena ini baru maka target kami tidak banyak,” kata dia.
Lamira optimistis pembiayaan ini mampu bersaing dengan produk serupa yang dimiliki bank lain, karena produk pinjaman ini memiliki struktur yang kompetitif.
Produk ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah (customer based) di Bukopin yang berpotensi menjadi nasabah pembiayaan ataupun pendanaan lainnya
Produk Pembiayaan Pendaftaran Haji Bukopin (PPHB) merupakan produk repackage dari program dana talangan haji, yakni pinjaman bagi nasabah Tabungan Haji yang akan melakukan pendaftaran haji ke Kementerian Agama (Kemenag).
Produk ini diluncurkan oleh Bukopin hari ini bersama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Direktur Konsumer Bank Bukopin Lamira S Parwedi mengatakan pembiayaan ini membantu nasabah untuk mendaftarkan diri menjadi calon jemaah haji (calhaj) meskipun belum memiliki dana minimal sesuai ketentuan Kemenag, yakni Rp25 juta pada tahun ini.
“Setelah mendaftarkan mereka akan mendapat nomor urut menjadi calhaj. Sehingga pembiayaan ini akan memberikan kepastian keberangkatan haji daripada harus menabung terlebih dahulu hingga Rp25 juta,” ujarnya di Jakarta, hari ini.
PPHB menawarkan plafon pinjaman antara Rp10 juta hingga Rp25 juta, dengan tenor satu tahun dan dapat diperpanjang bila belum lunas. Pembiayaan ini tidak menerapkan bunga atau provisi tapi menetapkan biaya administrasi mulai Rp900.000 hingga Rp2,25 juta per tahun.
“Biaya administrasi itu masuk fee based income [pendapatan nonbunga],” kata dia.
PPHB ini bisa dinikmati oleh nasabah Tabungan Haji Bukopin yang memiliki saldo minimal Rp5 juta. Setelah melunasi PPHB, nasabah juga bisa membayar sisa biaya haji lewat Tabungan Haji. Pada tahun lalu, pemerintah menetapkan biaya haji sebesar US$3.912 atau sekitar Rp35,20 juta.
Menurut dia, PPHB memperbarui beberapa sistem dana talangan haji, a.l. kepastian mendapatkan kursi untuk berangkat haji.
Selain itu, keamanan pembiayaan ini juga ditingkatkan karena setiap nasabah yang belum melunasi PPHB tidak bisa membayar sisa biaya haji. “Dengan PPHB setiap nasabah yang wanprestasi dipastikan tidak bisa berangkat [naik haji],” kata dia.
Lamira mengatakan perseroan menargetkan pembiayaan ini bisa dinikmati oleh 5.000 nasabah pada tahun ini dengan nilai pembiayaan maksimal sekitar Rp125 miliar. “Oleh karena ini baru maka target kami tidak banyak,” kata dia.
Lamira optimistis pembiayaan ini mampu bersaing dengan produk serupa yang dimiliki bank lain, karena produk pinjaman ini memiliki struktur yang kompetitif.
Produk ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah (customer based) di Bukopin yang berpotensi menjadi nasabah pembiayaan ataupun pendanaan lainnya
Peminat Umroh Meningkat 20%
Berhaji Tunggu Lama, Peminat Umroh Meningkat 20%
SURABAYA – Karena keterbatasan kuota, umat islam yang hendak berhaji harus masuk daftar tunggu. Lamanya menunggu bisa sampai tujuh tahun sejak calon haji mendaftarkan diri. Kondisi itu menyebabkan animo umat islam untuk berumroh, yang disebut juga haji kecil, meningkat cukup signifikan pada tahun 2011 ini. Apalagi para penyelenggara umroh menyertakan agenda berwisata dalam satu paket dengan kegiatan ibadah umroh tersebut.
“Animo masyarakat untuk berumroh saat ini cukup tinggi, apalagi untuk naik haji daftar tunggunya lebih lama, sedangkan untuk ikut haji plus biayanya terbilang tinggi,” kata Direktur Ebad Wisata, Amaludin Wahab, Selasa (8/2).
“Pada tahun ini terjadi peningkatan yang cukup besar untuk paket umroh ke tanah suci Mekkah plus wisata ke berbagai tempat wisata relijius di Timur Tengah. Tahun lalu pada tiap jadwal keberangkatan umroh paling banyak diikuti hanya sekitar 700 orang. Untuk tahun 2011 ini, khususnya yang berangkat paling dekat yakni pada Maret nanti, kami akan memberangkatkan sekitar 900 orang. Ya, bisa dibilang meningkat 20 persenlah,” lanjut Amaludin.
Dikatakan Amaludin, selain faktor di atas, biaya yang jauh lebih ringan daripada pergi haji, membuat masyarakat semakin tertarik untuk pergi umroh. Untuk paket paling murah selama 10 hari hanya berkisar Rp 14 juta-an, sedangkan yang paling mahal berkisar Rp 16 juta-an.
Mengenai krisis politik yang terjadi di negara tujuan wisata rohani islam, khususnya Mesir dan Tunisia , menurut Amaludin tidak berdampak pada minat umat islam untuk mengikuti paket umroh plus wisata rohani. “Memang Mesir adalah salah satu tempat tujuan wisata rohani islam. Dengan terjadinya krisis di sana, terpaksa para konsumen harus menunggu sampai kondisi aman untuk bisa ke sana. Kita wait and see saja, atau sementara mengalihkannya ke Jerussalem,” kata Amaludin.
Seperti diberitakan Surabaya Post edisi Selasa (8/2), para pengusaha wisata rohani islam di Indonesia untuk sementara tidak memasukkan Mesir sebagai tujuan wisata menyusul krisis politik yang terjadi di negara tersebut. Mereka mengalihkan tujuan wisata itu ke Palestina dan Yordania. “Kalau untuk tujuan wisata ke Arab Saudi, khususnya Mekkah yang merupakan tempat berumroh, tidak terpengaruh oleh krisis yang terjadi di Mesir dan beberapa negara di Timur Tengah lainnya. Malah jumlah umat yang umroh terus meningkat,” ujar Amaludin.
Direktur Hira Tour and Travel, Abdul Aziz Zainudin, juga mengungkapkan bahwa tahun ini masyarakat yang akan perhi umroh meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. “Tiap keberangkatan umroh biasanya hanya sekitar 500-600 jamaah, tahun ini kami akan memberangkatkan sekitar 700-800 jamaah umroh ke tanah suci,” ungkap Abdul Aziz.
Situasi yang tidak kondusif di negara-negara Arab sempat membuat dia khawatir merembet ke Arab Saudi, sehingga mengurangi animo umat islam untuk berumroh. “Untungkah Arab Saudi aman-aman saja. Cuma, jamaah yang ingin ke Mesir terpaksa kita tolak. Kami sarankan agar ke negara lain saja, seperti Palestina atau Yordania, karena Mesir masih krisis,” ujarnya.
SURABAYA – Karena keterbatasan kuota, umat islam yang hendak berhaji harus masuk daftar tunggu. Lamanya menunggu bisa sampai tujuh tahun sejak calon haji mendaftarkan diri. Kondisi itu menyebabkan animo umat islam untuk berumroh, yang disebut juga haji kecil, meningkat cukup signifikan pada tahun 2011 ini. Apalagi para penyelenggara umroh menyertakan agenda berwisata dalam satu paket dengan kegiatan ibadah umroh tersebut.
“Animo masyarakat untuk berumroh saat ini cukup tinggi, apalagi untuk naik haji daftar tunggunya lebih lama, sedangkan untuk ikut haji plus biayanya terbilang tinggi,” kata Direktur Ebad Wisata, Amaludin Wahab, Selasa (8/2).
“Pada tahun ini terjadi peningkatan yang cukup besar untuk paket umroh ke tanah suci Mekkah plus wisata ke berbagai tempat wisata relijius di Timur Tengah. Tahun lalu pada tiap jadwal keberangkatan umroh paling banyak diikuti hanya sekitar 700 orang. Untuk tahun 2011 ini, khususnya yang berangkat paling dekat yakni pada Maret nanti, kami akan memberangkatkan sekitar 900 orang. Ya, bisa dibilang meningkat 20 persenlah,” lanjut Amaludin.
Dikatakan Amaludin, selain faktor di atas, biaya yang jauh lebih ringan daripada pergi haji, membuat masyarakat semakin tertarik untuk pergi umroh. Untuk paket paling murah selama 10 hari hanya berkisar Rp 14 juta-an, sedangkan yang paling mahal berkisar Rp 16 juta-an.
Mengenai krisis politik yang terjadi di negara tujuan wisata rohani islam, khususnya Mesir dan Tunisia , menurut Amaludin tidak berdampak pada minat umat islam untuk mengikuti paket umroh plus wisata rohani. “Memang Mesir adalah salah satu tempat tujuan wisata rohani islam. Dengan terjadinya krisis di sana, terpaksa para konsumen harus menunggu sampai kondisi aman untuk bisa ke sana. Kita wait and see saja, atau sementara mengalihkannya ke Jerussalem,” kata Amaludin.
Seperti diberitakan Surabaya Post edisi Selasa (8/2), para pengusaha wisata rohani islam di Indonesia untuk sementara tidak memasukkan Mesir sebagai tujuan wisata menyusul krisis politik yang terjadi di negara tersebut. Mereka mengalihkan tujuan wisata itu ke Palestina dan Yordania. “Kalau untuk tujuan wisata ke Arab Saudi, khususnya Mekkah yang merupakan tempat berumroh, tidak terpengaruh oleh krisis yang terjadi di Mesir dan beberapa negara di Timur Tengah lainnya. Malah jumlah umat yang umroh terus meningkat,” ujar Amaludin.
Direktur Hira Tour and Travel, Abdul Aziz Zainudin, juga mengungkapkan bahwa tahun ini masyarakat yang akan perhi umroh meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. “Tiap keberangkatan umroh biasanya hanya sekitar 500-600 jamaah, tahun ini kami akan memberangkatkan sekitar 700-800 jamaah umroh ke tanah suci,” ungkap Abdul Aziz.
Situasi yang tidak kondusif di negara-negara Arab sempat membuat dia khawatir merembet ke Arab Saudi, sehingga mengurangi animo umat islam untuk berumroh. “Untungkah Arab Saudi aman-aman saja. Cuma, jamaah yang ingin ke Mesir terpaksa kita tolak. Kami sarankan agar ke negara lain saja, seperti Palestina atau Yordania, karena Mesir masih krisis,” ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)